Langsung ke konten utama

lagi FB maniak nih

Awalnya, bulan november silam (2008) smandel ngadain reuni emas (50 tahun). Dari sebuah acara yang digelar sehari ini, rentetannya ternyata panjang. Aku jadi masuk milis sma 8 angkatan 89, terus ke ketemu teman2 lama, terus diajakin masuk ke facebook. Awalnya rada2 gaptek alhamdulillah anakku yang sulung dengan sabar mengajarkan gimana caranya dan apa yang harus dilakukan. Lalu... blep.. blep... blep.. tiba-tiba saja jadi suka facebook (FB). Alasannya satu, bisa ketemu teman2 lama. 

hehehe.. ternyata, karena sering pindah2 rumah, koleksi temanku yang awet itu berhenti ketika aku menikah. Setelah menikah, rasanya temanku yang bisa disebut teman (bisa ngobrol tanpa harus jaim, bisa curhat dan bercanda tanpa berpikir tentang etika komunikasi yang baik, dll) itu ya ya... tidak bertambah. Paling ada dua tiga. Tidak banyak. Jadi, seneng aja ketemu sama mereka (teman-teman lama). 

Komentar

  1. kekekekekek, sama dong mbak lagi kecanduan juga. temen2 di MP pindah semua pula :D

    BalasHapus
  2. iya, ada kelebihan dan kekurangannya si fb itu tapi kelebihan fb dibanding blog, disana ya bisa ketemu temen lama.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…