Langsung ke konten utama

In My LIfe

In My Life
 (John Lennon and Paul McCartney)


There are places I’ll remember all my life… though some have changed,
Some forever, not for better, Some have gone, and some remain
All these places had their moments,
With lovers and friends I still can recall
Some are dead and some are living.. ……. In My life I’ve loved them all




But of all these friends and lovers,
There is no one compares with you
And these memories lose their meaning,
When I think of love as something new
Though I know I’ll never lose affection,
For people and things that went before,
I know I’ll often stop and think about them,
In my life I love you more…………………..In my life I love you more

Kemarin hari ahad, 23 november 2008 di gedung Balai Sudirman, aku datang ke reuni emas 50 tahun SMA 8 Jakarta…. Senang banget ketemu teman-teman lama. Setelah 18 tahun tidak bertemu dengan mereka, ternyata ada banyak sekali perubahan yang terjadi dan semuanya membuatku terbengong-bengong karena amat sangat surprise.

Ada temanku yang dulunya pendiam, kalem dan amat manis. Tapi, kemarin pas ketemu sudah berubah jadi seseorang yang penuh percaya diri, begitu percaya diri hingga penampilan dan pergaulannya pun serba terbuka. Ada juga teman yang dulunya tomboy tapi kemarin ketika bertemu ternyata dia sudah berubah jadi seorang muslimah yang amat feminine, sopan dan santun. Ada juga teman yang dulunya suka nongkrong, cuek kemarin pas ketemu ternyata sudah jadi orang yang alim, bertanggung jawab dan sopan. Tapi sebagian memang sudah terlihat kea rah mana dia berkembang. Senang saja dengan mereka yang berubah ke arah kebaikan. Sudah mau 40 tahun jee…. Ada rasa sedih ketika bertemu dengan mereka yang justru tidak ke arah yang sama. Bahkan ada yang dulunya anak yang baik dan cerdas sekarang malah terlibat kasus narkoba.

Pulang dari reuni emas smandel, aku ketemu lagi sama keluargaku…. Dengan suami tercinta dan anak-anak tersayang…. Entah mengapa kerinduanku melihat mereka begitu terasa menggebu. Ada rasa syukur karena … bersama mereka aku merenda dan terus berusaha merenda kehidupan kea rah kebaikan. Semoga selamanya. Mungkin perpaduan rasa cinta dan syukur inilah yang membuat kerinduan ini terasa menggebu. Amat menggebu.



Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…